Kamis, 01 Januari 2009

Tokoh Hamas, Nizar Rayyan Syahid


Hidayatullah.com--Nizar Rayyan adalah tokoh paling senior Hamas yang diburu Israel sejak tahun 2004. Nizar pernah menyerukan serangan istisyhadah (bom syahid) terhadap Israel.

Kabar tentang kematian Nizar Rayyan tersiar. sementara tindak kekerasan Jalur Gaza memasuki hari keenam dan seruan gencatan senjata yang didukung PBB kandas.

Sebagaimana dikutip BBC, sumber-sumber medis Palestina menyatakan, 391 warga terbunuh dalam gelombang serangan Israel sejak hari Sabtu.

Israel menyatakan, militernya tengah mencoba menghalangi pejuang Palestina menembakkan roket ke Israel selatan.

Nizar Rayyan adalah tokoh paling senior Hamas yang tewas akibat serangan Israel sejak kematian Abdel Aziz al-Rantissi pada April 2004.

Hari Rabu, Rayyan menjanjikan Hamas akan menyerang Israel "lebih dalam lagi" dari yang sudah-sudah.

Melalui saluran televisi yang dikelola Hamas, al-Aqsa, dia mengatakan, para pejuang Hamas bersiap menghadapi serbuan darat Israel, dan menyatakan "kami akan membunuh musuh dan menawan sandera".

Sedikitnya empat orang lain, yang sebagian dikatakan anggota keluarga, juga terbunuh dalam serangan udara terhadap rumah Rayyan di kamp pengungsi Jabaliya di bagian utara Jalur Gaza


Gedung parlemen

Semalam pesawat-pesawat tempur Israel menyerang gedung parlemen di Gaza, sementara roket-roket Hamas mendarat jauh di dalam Israel.

Beberapa bangunan publik lain di Gaza menjadi sasaran serangan Israel. Sebuah rumah sakit anak juga rusak akibat gempuran.

Sementara itu, roket-roket Hamas kembali mendarat di Beersheba, sekitar 40km di dalam Israel.

Israel hari Rabu menolak seruan gencatan senjata 48 jam untuk memungkinkan kiriman bantuan memasuki Gaza.

Rancangan resolusi PBB yang diajukan oleh Mesir dan Libya kandas setelah Amerika Serikat dan Inggris mengeluhkan bahwa draf itu tidak menyinggung serangan roket Hamas terhadap Israel. Menurut AS dan Inggris, serangan roket itu memicu permusuhan terbaru.

Para pejabat Palestina mengatakan, 391 warga Palestina terbunuh dalam gelombang serangan udara Israel. Sedangkan, empat orang Israel tewas akibat tembakan roket dari Gaza, yang dikuasai Hamas.


Seruan PBB

Sementara itu, badan bantuan PBB, UNRWA, yang merupakan badan bantuan terbesar di Jalur Gaza, mengatakan lembaganya kembali menyalurkan makanan, meskipun serangan Israel berlanjut.

Sementara itu, tentara dan kendaraan tempur Israel dikabarkan sudah dikerahkan di dekat Gaza.

Israel mengatakan dalam dua puluh serangan udara semalam, mereka menyerang kantor-kantor pemerintahan Hamas.

Di antara gedung yang rusak berat adalah gedung parlemen dan kementerian kehakiman, tranportasi dan pendidikan.

Serangan terbaru ini dilangsungkan setelah pertemuan Dewan Keamanan PBB berakhir tanpa resolusi gencatan senjata, seperti yang diusulkan negara-negara Arab.

Sekjen PBB Ban Ki Moon meminta agar gencatan senjata segera ditempuh.

"Saya sangat mengecam dengan keras serangan mortir dan roket Hamas dan milisi Palestina lainnya. Tetapi saya juga mengecam penggunaan kekerasan yang berlebihan pihak Israel," kata Ban Ki Moon.

Di lain pihak, Israel menolak mengizinkan masuk wartawan asing ke Jalur Gaza. [bbc/www.hidayatullah.com]

Tidak ada komentar: